Thoharoh

Thoharoh,…seng gak ngerti wes ta..ngacung..

Saya sedikit kaget dan merasa agak gimana..ketika saya kodarulloh mencoba menuliskan kata di salah satu chatbot yang akhir akhir ini banyak di bicarakan warganet.

Singkat kata kodarulloh saya menuliskan kata Thoharoh, dan si chatbot ini langsung meresponse saya mengleuarkan pemaparan yang bahasanya sudah tidak rancu ,MasyaAlloh yang dia paparkan ke saya ;

 

 Response

In Islam, "thaharah" refers to purification or cleanliness, both physical and ritualistic. It is an essential concept in Islamic worship and daily life. Thaharah is necessary for various acts of worship, such as Salah (prayer), handling the Quran, and performing certain religious rituals.

 

There are two main types of thaharah:

 

Thaharah from Physical Impurities (Thaharah Badaniyah): This involves the removal of physical impurities from the body and clothes. Muslims are required to perform ablution (wudu) before praying, which includes washing the hands, face, arms, head, and feet.

 

Thaharah from Ritual Impurities (Thaharah Taharah): This type of purification is necessary after experiencing specific states, such as menstruation, postpartum bleeding, and sexual relations. In these cases, a Muslim must perform a ritual purification called "ghusl" (full body wash) to become ritually clean before engaging in acts of worship.

 

The concept of thaharah is deeply rooted in Islamic jurisprudence and is guided by the teachings of the Quran and the Sunnah sayings of Prophet Muhammad, peace be upon him). Observing thaharah is seen as a means of approaching Allah with a clean and pure heart and body.

 

It's important to note that the specifics of thaharah may vary slightly among different schools of thought within Islam, but the fundamental principles remain consistent.

Indonesianya ;

Tanggapan

Dalam Islam, "thaharah" mengacu pada penyucian atau kebersihan, baik fisik maupun ritual. Ini adalah konsep penting dalam ibadah Islam dan kehidupan sehari-hari. Thaharah diperlukan untuk berbagai ibadah, seperti Sholat, membaca Al-Quran, dan melakukan ritual keagamaan tertentu.

 

Ada dua jenis utama thaharah:

 

Thaharah dari Najis Fisik (Thaharah Badaniyah): Ini melibatkan pembuangan najis fisik dari tubuh dan pakaian. Umat Islam wajib berwudhu sebelum melaksanakan shalat, yang meliputi mencuci tangan, muka, lengan, kepala, dan kaki.

 

Thaharah dari Kotoran Ritual (Thaharah Taharah): Jenis penyucian ini diperlukan setelah mengalami keadaan tertentu, seperti menstruasi, pendarahan nifas, dan hubungan seksual. Dalam hal ini, seorang Muslim harus melakukan ritual penyucian yang disebut "ghusl" (membasuh seluruh tubuh) agar menjadi bersih secara ritual sebelum melakukan ibadah.

 

Konsep thaharah berakar kuat pada yurisprudensi Islam dan dipandu oleh ajaran Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad, saw. Menjalani thaharah dipandang sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan hati dan badan yang bersih dan suci.

 

Penting untuk dicatat bahwa spesifikasi thaharah mungkin sedikit berbeda di antara berbagai aliran pemikiran dalam Islam, namun prinsip dasarnya tetap konsisten.

# Ini jawaban yang mungkin kita harus juga pikirkan di benak kita umat muslim khususnya kita di Indonesia, seberapa kita paham makna thoharoh dalam keseharian kita. Harusnya jauh melebihi dari sekedar apa yang di ketahui sebuah robot cheting, Seberapa persen kita betul betul memaknai toharoh dalam keseharian kita, yang tentunya saya menulis ini bertujuan untuk menyampaikan agar termasuk saya, dapat memperbaiki lagi pentingnya thoharoh dalam keseharian kita, terutama untuk meningkatkan rangking evaluasi kita di mata Alloh dari hasil hasil yang akan kita rasakan dari suksesnya ibadah yang kita lakukan sehari hari terutama Sholat.

 

Dan Berikut yang saya kutip dari salah satu redaksi kumparan.com yang semoga juga dapat menjadi reverensi kita Bersama,

https://kumparan.com/berita-update/1xLPnKd3PYF?utm_source=Desktop&utm_medium=copy-to-clipboard&shareID=JUiwhPCDjPyI

…tentang makna toharoh secara Islam.

Thaharah merupakan salah satu perintah Allah kepada seluruh umat Muslim. Sebab thaharah mengajarkan kepada kita agar selalu hidup bersih. Selain itu, sebelum beribadah, diwajibkan untuk berthaharah. Lalu apa yang dimaksud dengan thaharah dan apa makna di dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Thaharah

Dikutip dari buku Fiqih Thaharah: Panduan Praktis Bersuci karya Ibnu Abdullah (2018: 13), pengertian thaharah dalam segi bahasa berarti bersih dan suci dari segala kotoran. Sedangkan menurut syara’ thaharah adalah menghilangkan hadas dan najis.

Dalam agama Islam, thaharah memiliki posisi yang sangat penting. Salah satunya adalah syarat sah ibadah, misalnya shalat. Artinya jika seseorang hendak melaksanakan shalat dan tidak melaksanakan thaharah, maka shalat tersebut dianggap tidak sah.

Sebagaimana yang dijelaskan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada shalat kecuali dengan thaharah. Tidak ada sedekah dari hasil pengkhianatan.”” (HR. Muslim no. 224)

Selain itu, Allah SWT berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 222 yang artinya,

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

Makna Thaharah

Sebagai cara untuk bersuci dari hadas dan najis Ibnu Utsaimin menjelaskan thaharah memiliki dua makna,

Pertama, Thaharah Ma’nawiyah, yaitu membersihkan hati dari kesyirikan dalam beribadah kepada Allah dan membersihkannya dari penipuan dan kedengkian kepada para hamba Allah yang beriman. Pasalnya, thaharah ma'nawiyah ini penting dilakukan sebelum melakukan thaharah hissiyah, karena ketika bersuci harus dalam keadaan bersih dari sifat-sifat sirik tersebut.

Kedua, Thaharah Hissiyah atau Badaniyah, yaitu membersihkan badan (tubuh) dari segala kotoran. Artinya bersuci secara jasmani atau membersihkan bagian tubuh dari sesuatu yang terkena najis (segala jenis kotoran) maupun hadast (kecil dan besar).

Untuk membersihkan dari najis dan hadast ini, dilakukan dengan menggunakan air. Adapun jenis thaharah Hissiyah yaitu:

1. Mandi Wajib

Mandi merupakan cara untuk bersuci dari najis dan hadast besar. Istilah mandi wajib dalam thaharah adalah mengalirkan air dari kepala sampai ujung kaki.

2. Wudhu

Sementara untuk bersuci dari najis dan hadast kecil yakni dengan cara berwudhu. berwudhu merupakan mengaliri air ke anggota badan wudhu sebagai cara untuk melaksakan shalat.

3. Tayamum

Tayamum merupakan pengganti wudhu apabila tidak dalam kondisi tidak ada air maupun sedang dalam kondisi sakit.

Itulah pengertian dan makna thaharah. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan Anda. (MZM)

Kriteria Sederhana Berpakaian Dalam Islam

Fashion dalam Islam memiliki kriteria khusus yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan dan etika. Berikut adalah beberapa kriteria fashion secara Islami:

  1. Menutupi Aurat: Salah satu prinsip utama dalam fashion Islami adalah menutupi aurat. Bagi wanita, ini berarti menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan. Bagi pria, aurat biasanya adalah dari pusar hingga lutut. Pakaian harus longgar dan tidak transparan untuk mencegah menampakkan tubuh secara berlebihan.

  2. Tidak Memperlihatkan Bentuk Tubuh: Pakaian Islami harus dirancang untuk tidak memperlihatkan bentuk tubuh. Ini berarti pakaian tidak boleh terlalu ketat atau clingy.

  3. Tidak Mencolok: Fashion Islami cenderung bersifat sederhana dan tidak mencolok. Pakaian yang mencolok, mewah, atau berlebihan dalam hiasan sering dihindari.

  4. Tidak Mengandung Gambar dan Tulisan Haram: Pakaian tidak boleh mengandung gambar, tulisan, atau simbol yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam atau mengandung pesan yang tidak senonoh.

  5. Tidak Meniru Gaya Pakaian Non-Muslim: Pakaian Islami sebaiknya tidak meniru atau mengeksplorasi gaya pakaian non-Muslim yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

  6. Bahan yang Layak: Pakaian Islami harus terbuat dari bahan yang tidak transparan dan tidak tipis sehingga memenuhi kriteria menutupi tubuh dengan baik.

  7. Longgar dan Modest: Pakaian Islami seringkali memiliki desain yang longgar dan modest. Ini mencakup pakaian dengan lengan panjang, rok panjang, dan atasan yang tidak terlalu rendah atau terbuka.

  8. Tidak Menampilkan Perhiasan Berlebihan: Perhiasan dan perhiasan berlebihan seringkali dihindari dalam fashion Islami. Wanita Muslim lebih suka fokus pada nilai inner beauty dan ketenangan hati.

  9. Tidak Memiliki Aroma Kuat: Pakaian yang memiliki aroma kuat yang dapat mengganggu orang lain, seperti parfum yang sangat kuat, sebaiknya dihindari.

  10. Menyesuaikan dengan Budaya Lokal: Fashion Islami dapat bervariasi dari satu negara atau budaya ke budaya lainnya. Oleh karena itu, penting untuk memahami norma-norma lokal dan budaya ketika berpakaian Islami.

Penting untuk diingat bahwa prinsip fashion Islami dapat berbeda-beda di antara individu dan komunitas Muslim. Namun, nilai-nilai yang mendasarinya adalah kesopanan, kepatuhan terhadap aturan Islam, dan penghormatan terhadap ajaran agama.Referensi design untuk penampilan Anda yang menarik dan penuh makna.